Hujan cinta mah terlalu gede mending hujan salju yang rada kecil..hahaha niih ku kasih tau cara membuat hujan salju do blog..
Cara Membuat Hujan Salju Di Blog
1.Login Ke Blogger .
2.Klik Tata Letak.
3.Klik Edit HTML.
4.Selanjutnya Kamu Cari Kode </head> .biar lebih mudah mencarinya tekan aja tombol CTRL+F.
5.Kalo udah ketemu Copy and Pastein dibawah ini dibawah kode </head> .
<script src='http://denisahlan.netau.net/hujansalju.js' type='text/javascript'/>
6.Klik Simpan Template .
7.Terakhir tinggal sobat lihat dech hasilnya..
Senin, Maret 21, 2011
Edfan Novaldy
Posted in
Blogging
Girl's Generation atau yang lebih kita kenal SNSD (So Nyeo Shi Dae)
Rabu, Maret 09, 2011
Edfan Novaldy
Girls' Generation adalah grup penyanyi wanita Korea Selatan yang dibentuk SM Entertainment. Mereka terdiri dari 9 anggota: Yoona, Tiffany, Yuri, Hyoyeon, Sooyoung, Seohyun, Taeyeon, Jessica, dan Sunny. Singel perdana "다시 만난 세계 (Into the New World)" dirilis 2 Agustus 2007. Kedua album mereka masing-masing telah terjual lebih dari 100 ribu kopi.
Penggemar menyebut mereka sebagai SNSD, singkatan dari nama grup ini dalam bahasa Korea, So Nyeo Shi Dae. Klub penggemar resmi Girls' Generation bernama S♡NE (소원) yang diambil dari judul lagu dalam album pertama mereka. dan tahun ini pada tahun 2011 mereka merilis album baru yaitu "The Boys".
Karier
[sunting] Pendirian
Pembentukan Girls' Generation diumumkan pada 16 Juli 2007. Pada awalnya, mereka diberi nama Super Girl, versi wanita dari Super Junior[2], disertai pengumuman resmi profil masing-masing anggota. Sebelum menjadi anggota Girls' Generation, mereka sudah dilatih sebagai penari dan penyanyi profesional. Sebagian di antaranya sudah dilatih di bidang akting dan modeling, serta berpengalaman menjadi model iklan di televisi dan majalah.[sunting] Singel dan album pertama: 2007-2008
Acara M! Countdown di M.Net 18 Juli 2007 menjadi tempat penampilan pertama Girl's Generation. Mereka membawakan lagu "다시 만난 세계 (Into the New World)" yang dirilis sebagai singel pertama Girl's Generation, Agustus 2007. Singel tersebut juga berisi dua lagu lain, "Beginning" dan "Perfect For You (소원)", serta versi instrumental "다시 만난 세계 (Into the New World)". Judul lagu "Perfect For You" nantinya berganti judul sebagai "Honey" dalam album perdana mereka, Girls' Generation. Singel "Into the New World" diikuti kegiatan promosi. Mereka tampil dalam acara Popular Songs di SBS, Show! Music Core di MBC, dan Music Bank di KBS.Album perdana 소녀시대 (Girls' Generation) dirilis akhir musim gugur 2007 dengan lagu andalan berjudul sama. Ketika dibawakan Lee Seung Chul, lagu "Girls' Generation" sukses sebagai lagu hit, tapi ketika dibawakan mereka, album ini hanya terjual sejumlah 121.143 kopi. Pada awal tahun 2008, Girls' Generation mulai mempromosikan singel kedua, "Kissing You" dengan Donghae dari Super Junior sebagai bintang tamu.
Pada Maret 2008, album Girls' Generation dirilis kembali dengan judul berbeda, Baby Baby, dan dirilis singel "Baby Baby" dari album tersebut. Sementara itu, sebuah album EP digital, Roommate dari Jessica, Tiffany, dan Seohyun dirilis bulan April 2008. Setelah itu, Girls' Generation ikut serta dalam konser SMTown Live '08 bersama rekan-rekan dari SM Entertainment, BoA, TVXQ, Super Junior, CSJH the Grace, Zhang Liyin, dan SHINee. Tur keliling juga dilangsungkan di Thailand dan RRC.
[sunting] Puncak kesuksesan: 2009
Pada Januari 2009, Girls' Generation merilis album mini Gee Singel berjudul sama dari album Gee langsung menjadi lagu terpopuler di Cyworld pada hari berikutnya, dan menempati urutan nomor satu semua tangga lagu digital dalam dua hari berikutnya.Dalam rangka promosi album Gee, mereka muncul dalam acara Show! Music Core bulan Januari 2009.Mereka membawakan lagu "Gee" dan "Him Nae/Way To Go" yang juga berasal dari album mini Gee. Di tangga lagu M.Net, "Gee" menjadi pemegang rekor lagu nomor satu yang bertahan paling lama (8 minggu) mengalahkan "Nobody" dari Wonder Girls. Girls' Generation menempati peringkat pertama 9 minggu berturut-turut dengan lagu "Gee",, sekaligus memecahkan rekor acara Music Bank di KBS yang sebelumnya dipegang oleh Jewelry dengan "One More Time" (7 minggu berturut-turut).
Mereka kembali dengan singel baru "Sowoneul Malhaebwa (Genie)" (bahasa Korea: "소원을 말해봐", "Tell Me Your Wish") yang dirilis secara digital, 22 Juni 2009. Album mini ini menampilkan duet Jessica dan anggota Shinee yang bernama Onew.
[sunting] 2010: Album kedua, debut di Jepang dan Hoot
Pada bulan Januari, SM Entertainment mengonfirmasi bahwa Girls' Generation akan merilis album keduanya, Oh! pada tanggal 28 Januari. Singel utama dari album tersebut yang berjudul "Oh!" dirilis secara digital pada 25 Januari disusul dengan video klipnya yang dirilis dua hari setelahnya. Lagu tersebut langsung menduduki peringkat pertama dalam berbagai chart musik hanya dalam waktu beberapa saat setelah dirilis. Dengan lagu "Oh!", Girls' Generation berhasil memenangi K-Chart 5 minggu berturut-turut pada acara KBS Music Bank, serta 3 kali kemenangan di SBS Inkigayo. Video klip dari lagu tersebut juga sangat populer, terbukti dengan mendapat peringkat pertama sebagai video yang paling banyak ditonton pada tahun 2010 di Youtube Korea dan Hongkong, serta masuk jajaran 10 teratas di Taiwan dan Jepang.Anggota
- Taeyeon (Leader/Ketua)
- Nama asli: Jessica Jung
- Nama Korea: Jung Sooyeon (Hangul: 정수연 Hanja: 鄭秀妍)
- Tanggal lahir: 18 April 1989
- Nama panggung: Sunny (Hangul: 써니 Hanja: 珊妮)
- Nama asli: Lee Soonkyu (Hangul: 이순규; Hanja: 李順圭)
- Tanggal lahir: 15 Mei 1989
- Nama panggung: Tiffany (Hangul: 티파니; Hanja: 蒂芬妮)
- Nama asli: Stephanie Hwang
- Nama Korea: Hwang Miyoung (Hangul: 황미영; Hanja: 黄美英)
- Tanggal lahir: 1 Agustus 1989
- Hyoyeon
- Nama asli: Kim Hyoyeon (Hangul: 김효연; Hanja: 金孝淵)
- Tanggal lahir: 22 September 1989
- Nama asli: Kwon Yuri (Hangul: 권유리; Hanja: 權侑莉)
- Tanggal lahir: 5 Desember 1989
- Nama asli: Choi Sooyoung (Hangul: 최수영; Hanja: 崔秀英)
- Tanggal lahir: 10 Februari 1990
- Nama panggung: Seohyun (Hangul: 서현; Hanja: 徐賢)
- Nama asli: Seo Joohyun (Hangul: 서주현; Hanja: 徐珠賢)
- Tanggal lahir: 28 Juni 1991
Diskografi
Korea
- Album
- 2007: Girls' Generation
- 2010: Oh!
- Mini album
- 2009: Gee
- 2009: Tell Me Your Wish (Genie)
- 2010: Hoot
- Live album
- Album singel
- 2007: Into the New World
- Single digital
- 2008: Kissing You (Rhythmer Remix Vol.1)
- 2008: Haptic Motion
- 2009: Chocolate Love
- 2009: S.E.O.U.L. (kolaborasi dengan Super Junior)
- 2010: Cabi Song (kolaborasi dengan 2PM)
- 2011: Visual Dreams
- Album kompilasi
- 2008: Sweet Memories with Girls' Generation
- 2008: Heart 2 Heart with Girls' Generation
- Mini album
- 2010: Hoot
- Single
- Single digital
- 2011: Run Devil Run
- DVD
- 2010: Girls in Tokyo
- 2010: New Beginning of Girls' Generation
Jepang
sumber : www.wikipedia.com
Posted in
Entertain
Hachiko
Rabu, Maret 09, 2011
Edfan Novaldy
Hachikō (ハチ公?) (10 November 1923-8 Maret 1935) adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.
Julukan baginya adalah Hachikō Anjing yang Setia (忠犬ハチ公, Chūken Hachikō?). Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya. Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.
Kisah hidup
Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo.Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.
Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.
Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.
Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.
Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.
Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran kō (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.
Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō. Setiap hari, Hachikō dibawa berkunjung ke studio milik Andō untuk berpose sebagai model. Andō berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachikō. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachikō untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari 1934, Andō selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.
Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin. Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun.
Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.
Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.
Pada 8 Juli 1935, patung Hachikō didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate. tepatnya di depan Stasiun Ōdate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan).
Pada tahun 1944, di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948. Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.
Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachikō disebut Pintu Keluar Hachikō. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachikō diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke utara. Namun setelah dilakukan proyek perluasan halaman stasiun pada bulan Mei 1989, patung Hachikō dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke timur.
Film Hachikō Monogatari karya sutradara Seijirō Kōyama mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Pada bulan berikutnya diresmikan patung Hachikō di kota kelahirannya, Ōdate. Monumen peringatan ulang tahun Hachikō ke-80 didirikan 12 Oktober 2003 di lokasi rumah kelahiran Hachikō di Ōdate. Sebuah drama spesial tentang Hachikō ditayangkan jaringan televisi Nippon Television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Pada tahun 2009 film Hachiko: A Dog's Story[1] karya sutradara Lasse Hallström mulai diputar dan dibintangi oleh Richard Gere dan Joan Allen.
sumber : www.wikipedia.com
Posted in
Sejarah
10 hewan termahal di dunia
Rabu, Maret 09, 2011
Edfan Novaldy
Inilah 10 Hewan Dengan Harga Termahal di Dunia – Berikut ini merupakan Hewan-hewan dengan harga termahal di dunia, sebenarnya saya menyayangkan hal ini karena hewan yang seharusnya hidup bebas di alam bersama kawanannya malah diperjual-belikan. padahal diantara hewan berikut ini merupakan hewan langka yang seharusnya dilindungi untuk menjaga kelestariannya. Jadi pantas saja alam mulai murka karena tingkah kita yang harusnya merawat alam, malah menjadi perusak keseimbangan alam ini. Dan berikut inilah 10 Hewan Dengan Harga Termahal di Dunia:
1. Anak Singa Putih (White Lion Cubs)
2. Chimpanzee
3. Lavender Albino Python (Betina)
4. Reticulated Albino Type II Tiger Python
5. Hyacinth Macaw
6. Striped Ball Python
7. Monyet Debrazzas
8. Mona Guenon
9. Kucing Sabana
10. Chinese Crested Hairless Puppies
sumber : Inilah 10 Hewan Dengan Harga Termahal di Dunia – Berikut ini merupakan Hewan-hewan dengan harga termahal di dunia, sebenarnya saya menyayangkan hal ini karena hewan yang seharusnya hidup bebas di alam bersama kawanannya malah diperjual-belikan. padahal diantara hewan berikut ini merupakan hewan langka yang seharusnya dilindungi untuk menjaga kelestariannya. Jadi pantas saja alam mulai murka karena tingkah kita yang harusnya merawat alam, malah menjadi perusak keseimbangan alam ini. Dan berikut inilah 10 Hewan Dengan Harga Termahal di Dunia:
1. Anak Singa Putih (White Lion Cubs)
2. Chimpanzee
3. Lavender Albino Python (Betina)
4. Reticulated Albino Type II Tiger Python
5. Hyacinth Macaw
6. Striped Ball Python
7. Monyet Debrazzas
8. Mona Guenon
9. Kucing Sabana
10. Chinese Crested Hairless Puppies
sumber : http://ridhocommunity.blogspot.com/
Posted in
Magic World
Asal usul kumadang adzan
Rabu, Maret 09, 2011
Edfan Novaldy
Aku menjawabnya,"Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan sholat."
Orang itu berkata lagi,"Maukah kau kuajari cara yang lebih baik ?"
Dan aku menjawab " Ya !"
Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang ," Allahu Akbar,…Allahu Akbar….."
sumber : http://ridhocommunity.blogspot.com/
Posted in
Sejarah
Puisi B.Indonesia
Senin, Maret 07, 2011
Edfan Novaldy
Kau yang Ku Nanti
Tiap kau melangkah menyusuri jalan
Ku menanti di setiap hariku
Akankah ada sapaan untukku
Darimu, yang kunanti setiap saat
Saat ku melihat dari kejauhan
Indahnya matamu memancarkan sinar
Sinar yang membuat diriku terjatuh
Namun tak ada sakit karenamu
Setelah lama ku menanti, kau datang
Dihadapanku yang menginginkanmu
Kata manismu membuatku terlena
Saat itulah awal kau menyapaku
Sungguh bahagia diriku
Kau yang kunanti menghampiri
Hatiku ini tak dapat menahan
Rasa senang dihatiku ini
Yang kupuja hanya dirimu
Yang kunanti setiap saat
Tak perlu rasa cemburu
Yang penting kita bahagia
karya : Edfan Novaldy (Fan'z GrodxHenno xHiveGodr)
Posted in
home
RSS Feed
Twitter






























